Sejarah Berdirinya
STT Willfinger
Pada tahun 1932 Rev. Ernest Presswood mendarat di daerah Sesayap, kemudian menetap di Long Berang dan mulai mendirikan Sekolah Alkitab jangka pendek pada tahun 1935. Pada tahun 1937 Sekolah Alkitab dipindahkan ke Long Sepayang dengan nama Sekolah Dasar Alkitab (SDA). Kemudian pada tahun 1939 Rev. John Willfinger melanjutkan misi penyebaran Injil di Mentarang dan Krayan.
Tahun 1954 SDA Long Sepayang membuka cabang di Long Budung Kecamatan Krayan yang dipimpin oleh seorang misonari lokal dari Manado, Sulawesi Utara, Pdt. Sangian. Tahun 1959, kedua sekolah ini digabung menjadi satu sekolah Alkitab yang berkedudukan di Ba’ Siuk di bawah kepimpinan bapak Ev. Paren Sakai.
Oleh karena alasan geografis dan ekonomi, pada tahun 1967, Sekolah Dasar Alkitab yang di Ba’Siuk dipindahkan ke Kampung Baru dengan nama Sekolah Teologia Pertama Willfinger (STPW) yang dipimpin oleh Pdt. Y. Dolf Acang. Kemudian dalam perkembangannya pada tahun 1976 STPW ditingkatkan menjadi Sekolah Menengah Teologi Willfinger (SMTW) yang sederajat dengan Sekolah Teologi Atas (STA).
Nama Willfinger dipakai untuk mengenang jasa dan pengorbanannya dalam pekabaran Injil di daerah Krayan. Pada Konfrensi Umum Nasional Gereja Kemah Injil Indonesia di Bali pada tahun 1991, memutuskan dan menyetujui peningkatan jenjang studi Diploma III menjadi sekolah Akademi Teologi Willfinger (ATW ) Kampung Baru. Setahun setelah keputusan Konfrensi Umum Nasional GKII di Bali, maka pada tahun 1992 Akademi Teologi Willfinger (ATW) resmi menjadi Akademi Teologi Willfinger Kampung Baru. Kemudian pada tahun 1993, ATW bergabung dengan Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong dengan nama Kampus II STTT Kampung Baru.
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pada tanggal 31 Oktober 2002, sekolah ini ditingkatkan ke jenjang studi strata satu (S-1), Sekolah Tinggi Teologi Willfinger (STTW) Kampung Baru yang diresmikan oleh Pdt. Yakob Tomatala, D.Mis., Ketua Umum GKII.
Sekolah Tinggi Teologi Willfinger (STTW) adalah milik Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Krayan (GKII-DK) dengan tujuan pengembangannya agar dapat mempersiapkan, memperlengkapi para calon hamba Tuhan yang akan terjuan ke ladang pelayanan Tuhan.
